Popular Post

Showing posts with label Fact. Show all posts

Apakah Indonesia Tidak Pernah Dijajah Belanda ?

By : Unknown

Ada pendapat yang mengatakan Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun, benarkah demikian ?
Perhitungan angka 350 tahun tersebut, sepertinya mengacu kepada kedatangan Cornelis de Houtman, pada tahun 1592.
Tentu kita semua tahu, dimasa itu, tidak ada satu-pun kerajaan di Nusantara dikuasai Belanda, maka pernyataan bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda selama 350 tahun, hanyalah mitos belaka.
Ilustrasi : Fleet of Cornelis de Houtman (wikimedia.org)
Kedatangan bangsa Belanda di Nusantara, awalnya adalah untuk kepentingan perdagangan. Melalui Kongsi Perdagangan Belanda VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie), yang didirikan pada tahun 1602, pemerintah Belanda mencoba keberuntungan mereka untuk berbisnis dengan rakyat Bumiputera.
Namun lambat laun, pihak Belanda mau me-monopoli perdagangan, yang akibatnya muncul keinginan untuk bisa menguasai wilayah Nusantara.
Glagat Belanda ini, sepertinya tercium oleh para pemimpin Nusantara, sehingga pada tahun 1650, sekitar 50 alim ulama Nusantara berkumpul di Pagar Alam Sumatera Selatan (sumber : mengapa NEDERLAND disebut BELANDA?).
Dari pertemuan ini, memunculkan tekad melakukan perlawanan kepada pihak Belanda, yang sepertinya mulai melakukan pemaksaan kehendak. Hal ini semakin terlihat, ketika VOC pada tahun 1800, dibubarkan oleh pemerintah Belanda.
Ilustrasi : Pangeran Diponegoro (undip.ac.id)
Pemaksaan kehendak pihak Belanda ini, memunculkan perlawanan bersenjata dimana-mana, ada Perang Palembang, Perang Diponegoro, Perang Padri, Perang Ambon, Perang Makassar dan sebagainya.
Namun sepertinya perlawanan bersenjata ini, dirasa tidak efektif. Seiring dengan berakhirnya Perang Aceh tahun 1910, Para Pemimpin Nusantara, mengubah siasat dengan melakukan perlawanan secara diplomasi.
Perubahan siasat ini, oleh sebagian orang dianggap telah berakhirnya perlawanan bangsa Indonesia, dan sebagai tanda bahwa Indonesia telah dikuasai Belanda sepernuhnya.
Namun anggapan itu, sesungguhnya sangat keliru, karena yang terjadi ketika itu, perubahan metode perlawanan, dari yang bersifat fisik kepada diplomasi.
Di masa perjuangan diplomasi ini, muncul pemimpin-pemimpin seperti Tjokroaminoto, Ki Hajar Dewantara, dr. Sutomo, dr. Tjipto Mangunkusumo, KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asyhari. Kemudian disusul generasi Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, H. Agus Salim, Natsir dan Syahrir.
Selama Belanda berupaya untuk menguasai Nusantara, tidak henti-hentinya bangsa Indonesia melakukan perlawanan. Jadi timbul pertanyaan, sejak kapan Indonesia dijajah oleh Belanda ?

Source : Kompasiana
Tag : , ,

7 Fakta Sejarah Mengejutkan

By : Unknown

Ada banyak fakta sejarah yang tak pernah kita dapat ketika di bangku sekolah dulu, entah karna sesuatu hal fakta-fakta tersebut seperti sengaja di tutupi atau bahkan masih menjadi perdebatan. Inilah 7 Fakta Sejarah yang mengejutkan yang harus kita tahu. Berikut info yang dikutip dari riskydhe.mywapblog.com    
1. Fakta Karl Marx dan Amerika
 
Amerika Serikat terkenal sebagai negara paling anti dengan komunisme. Sepanjang abad 20 negara adi daya ini penentang nomor satu, tak heran terjadi perang dingin dengan Uni Soviet. Ironisnya, selama masa perang Karl Marx dan Frederick Engels menyumbang puluhan artikel di harian New York Tribune. Isu yang diangkat adalah soal politik dan militer.Lucunya lagi, Engels bahkan jadi penasihat strategi militer Presiden Lincoln, terutama saat terjadi perang dengan pihak konfederasi pimpinan Jefferson Davis. Di masa itu, Karl Mark banyak menyumbang pikiran soal pembangunan ekonomi bangsa. Hmmm, memang aneh politik ini.

 2. Napoleon Bertubuh Tinggi
Pada saat kematian Napoleon Bonaparte pada 5 Mei 1821, dr. François Carlo Antommarchi mengeluarkan surat autopsi, dalam surat tersebut dinyatakan bahwa tinggi François Carlo Antommarchi 5 kaki 2 inci atau sekitar 157 cm. Surat autopsi dari Antommarchi terkait ukuran tinggi tubuh dihitung dalam ukuran internasional. Tetapi hal tersebut dibantah oleh Jean-Nicolas Corvisart yaitu dokter utama Napoleon Bonaparte sejak tahun 1804 sampai dipengasingan 1815 mengatakan bahwa tinggi Napoleon Bonaparte 5 kaki 2 inci berdasarkan pengukuran Perancis atau sekitar 5 kaki 6 inci dalam ukuran Inggris. Yang berarti jika menurut Jean-Nicolas Corvisart bahwa tinggi dari Napoleon Bonaparte lebih dari 170 cm sedangkan tinggi rata rata pria Perancis saat itu 165 Cm.

 3. Buku Terlaris Di Abad Pertengahan, “Historia de Duobus Amantibus”

Apakah buku yang terjual paling laris di abad pertengahan? Kalau kamu menyebut kitab suci, mungkin bakal terkejut dengan fakta yang ada. Buku paling laris di abad 15 adalah buku kisah erotis “The Tale of Two Lovers (Latin: Historia de duobus amantibus). Buku ini ditulis oleh Aeneas SylviusPiccolomini. Sebagai info, beberapa masa setelah itu, Aeneas kemudian dinobatkan menjadi Paus Pius II.

4. Taj Mahal

Dibutuhkan 20.000 pekerja mulai dari arsitek, pemahat, ahli taman, hingga pekerja kasar. Dan lamapembangunan sampai 20 tahun guna menyelesaikan Taj Mahal. Dihitung-hitung, total biaya sekitar 7 juta Dolar Amerika. Itu kalau dikonversi dengan mata uang saat ini, tapi nilainya mungkin jauh lebih tinggi berabad lampau.

 5. Perang Paling Singkat

Perang unik antara Inggris vs Zanzibar pada 27 Agustus 1896, hanya berlangsung selama 40 menit. Ini merupakan perang terpendek dalam catatan sejarah. Pemicu perang adalah kematian pro Inggris, Sultan Hamd bin Thuwaini melawan penggantinya,Sultan Khalid bin Barghash. Sesuai perjanjian yang ditandatangani tahun 1886, pengganti Sultan harus persetujuan konsul Inggris, namun Khalid melanggar perjanjian tersebut, tanpa persetujuan Inggris Khalid naik tahta. Inggris berang, dan memberi ultimatum untuk turun tahta, namun Khalid tak mengindahkan. Sebaliknya, merespon ultimatum Inggris, Khalid mengerahkan angkatan bersenjatanya dan membaricade istananya dari serangan Inggris.Inggris berang! Sikap menantang Khalid dijawab Inggris dengan serangan di pagi hari tgl 27 Agustus. Inggris membombardir Istana Khalid dan mencerai beraikan pasukan yang menjaga istana. Setidaknya ada 500 korban dari pihak Khalid, sementara hanya satu prajurit angkatan laut Inggris yang cidera. Perang singkat itu hanya berlangsung 40 menit. Sultan Khalid pun bertekuk lutut!

 6. Mata Uang Inggris Tercemar Kokain

Hasil penelitian oleh Mass Spec Analytical (MSA) tahun 2000, ternyata 99% uang kertas yang beredar di London tercemar narkoba jenis kokain. Hal ini menunjukkan betapa banyaknya pengguna kokain yang menggunakan uang kertas yang digulung untuk menghirup serbuk putih tersebut. Wah, bisa dipastikan dari persentase diatas bahwa Inggris merupakan konsumen kokain terbesar.

  
7. Perpustakaan Keliling Pertama

Wazir, atau sejenis orang cendikiawan dan berkhidmat di Persia pada abad ke-10 bagaikan orang yang membawa perpustakaan kemana pun ia pergi. Contohnya Abdul Kassam Ismael, ia selalu membawa begitu banyak buku dalam perjalanannya. Konon, dibutuhkan sekitar 400 unta untuk membawa semua literatur miliknya. Gila!!!


Source : Jelllyspotter
Tag : ,

Alasan Air Tidak Pernah Habis

By : Unknown




Setiap kali berpergian ke pantai, laut tetap saja biru dan airnya tak pernah kering. Litoralnya selalu terisi, tempat ribuan spesies akuatik menjalani hidup mereka. Spesies porifera, coelentrata, dan beberapa arthropoda merupakan warga tetap lautan. Meskipun mereka tidak mengenal E-KTP ataupun identitas sejenis lainnya, namun bentos dan nekton harus rela berbagi tempat tinggal dengan hewan invertebrata tersebut.
Menurut data Census of Marine Life[*] bahwa laut dunia dihuni oleh 950.000 spesies (jenis). Dan dari jumlah tersebut, 200.000 spesies telah diidentifikasi dan dideskripsikan, sementara sisanya masih dalam proses. Itu artinya, jika laut kering, bisa dipastikan bumi akan kehilangan 950.000 spesies yang ada di laut. Belum lagi dampak yang diakibatkan oleh ketiadaan spesies-spesies tersebut, termasuk bagi manusia. Beberapa sumber makanan manusia berasal dari laut seperti ikan. Dan jika ikan sampai punah, manusia pun akan kehilangan sebagian makanan yang mengandung protein tinggi.  Oleh karena itu, suatu kebahagian hingga saat ini, bila laut masih berair.
Indonesia adalah salah satu Negara kepulauan terbesar dengan jumlah pulau 17.480 pulau. Sehingga Indonesia memiliki garis pantai sepanjang 95.181 km (data PBB: 2008). Itu artinya setiap warga Negara yang tinggal di Indonesia, dapat melihat gagahnya laut dengan mudah. Sudah barang tentu, setiap warga yang tiggal di Indonesia seharusnya memiliki rasa bahagia ketika melihat laut, karena laut tidak pernah kering.
Air laut tidak pernah berkurang meskipun dia harus mengisi palung Mariana (palung terdalam di Bumi) sedalam 11 kilometer. Dan air laut pun tidak pernah berkurang walaupun harus mengisi 165.385.450 km2 lautan pasifik (hampir separuh luas permukaan bumi).
Sampai sekarang, masih menjadi perdebatan tentang volume air yang ada di bumi. Sebagian kalangan mengatakan bahwa volume air di bumi tetap namun sebagian lagi mengatakan bahwa volume air tidak tetap.
Menurut United States Geological Survey (USGS)[**], banyaknya air di bumi jika dibentuk menjadi bentuk bola, maka akan menjadi bola yang berdiameter 860 mil (1.385 km) atau sekitar sepertiga ukuran bulan. Menurut hasil penelitian David Gallo[***]direktur dari proyek Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI)  bahwa total volume air di bumi sekitar 1.332.000.000 km3. Dan volume air ini akan tetap dan tidak akan habis, setidaknya hingga jutaan tahun ke depan.
Namun beberapa kalangan yang menentang kestatisan volume air mempunyai antitesa bahwa jumlah air di bumi dapat berkurang. Hal ini dapat terjadi karena adanya proses hidrolisis, dimana H2O diubah menjadi H+ dan O-. Sementara H+(hidrogen) akan meninggalkan bumi dan O-(oksigen) akan berada di atmosfer. Dapat dikatakan H2O yang terhidrolisis tidak akan kembali menjadi air (H2O) kembali dalam bentuk apapun.
Namun jika air bumi bisa berkurang, seharusnya air yang ada dari milyaran tahun yang lalu sudah habis sekarang. Toh air ternyata masih tetap ada di bumi. Dan hal ini membuktikan bahwa air di bumi stabil. Bahkan beberapa penelitian mengatakan bahwa eletrolisis H2O menjadi Hidrogen dan Oksigen dapat distabilkan melalui mineral-mineral yang ada di dalam tanah. Beberapa mineral yang masih tersimpan jauh di bawah tanah, dapat melepaskan molekul H2O. dan stabilitas air dapat terjaga melalui proses kompensasi.
Pada dasarnya tidak habis-habisnya air di bumi disebabkan karena adanya siklus air, sehingga volume air bumi tetap. Justru perubahan air bukan pada kuantitasnya, melainkan kualitas air. Air dapat memiliki bentuk-bentuk zat yang bervariasi. Ada cair, padat ataupun gas. Atau kualitas air dari segi keasinannya, ada air laut dan ada air tawar. Namun tetap saja, kuantitas air akan selalu tetap. Dan berikut ini adalah skema siklus air:
13708712271111203041
1370871398654025148

Dari skema di atas dapat dilihat bahwa proses turunnya air (H2O) terjadi dari atmosfer ke bumi lalu kembali lagi ke atmosfer. Peristiwa ini terjadi secara siklik, sehingga disebut siklus air (water cycle). Perisitiwa ini menyebabkan air di bumi akan stabil secara kuantitatif. Matahari sebagai sumber energi panas, sangat berperan pada proses siklus air.
Adapun tahapan-tahapan siklus air yang ada pada skema di atas adalah sebagai berikut:
a.       Evaporasi.
Evaporasi adalah proses penguapan yang berasal dari larutan. Penguapan ini hanya menyerap kandungan pelarut (air/H2O) saja. Sehingga zat terlarut memiliki konsentrasi yang semakin tinggi. Hal ini senada dengan pendapat Evaporasi merupakan proses penguapan air yang berasal dari permukaan bentangan air (Lakitan, 1994). Dengan demikian, evaporasi dapat terjadi di genangan air seperti di kolam, danau, sungai dan laut.  Dan bila terjadi proses evaporasi maka air akan terangkat ke atmosfer menjadi uap air.
b.      Transpirasi.
Transpirasi merupakan proses penguapan yang hampir mirip dengan evaporasi. Hanya saja transpirasi adalah penguapan air yang terjadi pada tanaman. Transpirasi merupakan penguapan air melalui kutikula, stomata dan lentisel. Transprasi yang terjadi di daun dikarenakan hilangnya molekul-molekul air dari tubuh tanaman  dan disebabkan juga karena daun-daun itu lebih kena udara daripada bagian-bagian lain dari suatu tanaman (Dwijdoseputro, 1990:92).
c.       Kondensasi.
Setelah air naik ke atmosfer dan berubah menjadi uap-uap air, maka uap-uap air tersebut mengalami penggabungan/kondensasi membentuk awan-awan. Awan-awan yang memiliki konsentrasi uap air yang tinggi akan semakin abu-abu dan lama-kelamaan menghitam. Itu sebabnya jika hujan mau turun, ditandai dengan awan yang semakin menghitam. Awan yang menghitam merupakan indikator bahwa uap air yang telah menjadi awan, telah mencapai titik jenuh sehingga rintik-rintik air akan turun menjadi hujan ataupun salju.
d.      Presipitasi.
Turunnya air yang telah banyak di atmosfer ke bumi dapat berwujud hujan ataupun salju. Hujan terjadi jika suhu yang mempengaruhinya cukup tinggi, sedangkan turunnya salju dipengaruhi oleh suhu yang lebih rendah. Dan inilah yang menyebabkan Negara di daerah tropis tidak mengenal salju, karena daerah tropis memliki suhu yang lebih tinggi. Sehingga sebelum sampai ke permukaan, gumpalan air yang akan mencapai tanah, sudah mencair.
e.       Infiltrasi.
Infiltrasi merupakan penyerapan air yang tergenang di permukaan tanah, menuju ke dalam tanah (Soetoto dan Aryono, 1980). Hal ini dipengaruhi oleh tekanan yang diberikan air ke tanah. Infiltrasi pun tidak terlepas dari hukum gravitasi. Gravitasi mempengaruhi kecepatan dan kemampuan tanah menyerap air. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Asdak (2002) yang menyatakan bahwa proses terjadinya infiltrasi disebabkan oleh tarikan gaya gravitasi bumi dan gaya kapiler tanah. Sementara Seyhan (1990) meyebutkan bahwa, faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya infiltrasi adalah topografi (kemiringan tanah), intensitas curah hujan, tekstur tanah, kerapatan massa, kerapatan partikel, ruang pori tanah, dan bahan organik penyusun tanah.
f.       Perkolasi
Perkolasi adalah kelanjutan dari infiltrasi. Setelah air melewati permukaan tanah, selanjutnya air akan masuk lebih dalam lagi. Perkolasi merupakan gerakan air ke bawah dari daerah air tidak jenuh (daerah antara permukaan tanah sampai ke permukaan air tanah) ke dalam daerah yang jenuh atau daerah dibawah permukaan air  (Soemarto, 1987). Dan air hasil proses perkolasi inilah yang akan menggenangi waduk, sungai, laut dan danau. Sementara air dari sungai juga akan bermuara ke laut. Setelah itu, air akan kembali lagi mengalami proses evaporasi, transpirasi, dan seterusnya sehingga terbentuk suatu siklus yang disebut siklus air.
Dari proses siklus air, dapat kita lihat bahwa siklus ini telah terjadi sejak jutaan bahkan milyaran tahun yang silam. Sehingga dapat dikatakan bahwa siklus air menyebabkan kuantitas air pada dasarnya stabil. Tidak ada perubahan jumlah air di bumi. Kalaupun ada, tidak terlalu berpengaruh signifikan dibandingkan dengan total jumlah air di bumi.
Meskipun jumlah air di bumi sukar berkurang, namun yang lebih penting lagi adalah menjaga kualitas air bersih yang ada di lingkungan. Karena mengkonsumsi air yang tidak bersih dapat mengganggu aktivitas metabolisme manusia. Oleh karena itu, mari menjaga kualitas air bersih dengan memelihara dan mejaga lingkungan.
Catatan :
[*] merupakan komunitas yang terdiri dari 80 negara lebih dan 2.700 ilmuwan yang memiliki sekretariat bersama di Weshington, DC, Amerika Serikat. Konsentrasi keilmuwan dan cakupan kerja komunitas ini adalah biota laut.
[**] atau United States Geological Survey berkantor di Reston, Virginia, AS. Organisasi ini adalah organisasi sains yang menyediakan informasi tentang kesehatan dan lingkungan.
[***] adalah direktur proyek khusus Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI). Gallo memperoleh gelar master ilmu geologinya dari State University of New York di Albany dan gelar Ph.D. dalam ilmu oseanografi dari Universitay of Rhode Island.

Referensi:
Asdak, C. 2002. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gadjah Mada  University   Press. Yogyakarta.
Davie, T. 2008. Fundamentals of Hidrology. Routledge. London and New York.
Dwidjoseputro.1990.Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Pt Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Lakitan B. 1994. Dasar-dasar Klimatologi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Seyhan. E.1990. Dasar-dasar Hidrologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Soemarto, C.D., 1987. Hidrologi Teknik. Usaha Nasional, Surabaya.
Soetoto, dan Aryono. 1980. Mekanika tanah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan    Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Jakarta.

Source : Kompasiana
Tag : , ,

- Copyright © Horizon Creativity - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -